Foto merujuk pada berbagai kenangan yang pernah dirangkai oleh seseorang bersama orang lain ataupun hanya dengan dirinya sendiri. Foto juga dapat menunjukkan bukti bahwa kita pernah melakukan sesuatu dan terekam dalam lensa kamera. Kita juga akan ingat bagaimana blitz itu memancarkan sinarnya dan membuat kita menunjukkan gaya terbaik.
Selembar foto juga dapat menjadi moodboster bagi kalian orang-orang yang sedang tidak memiliki mood yang baik. Masalah memang selalu melekat dengan manusia, dan dengan melihat foto kita bisa sedikit lebih tenang dan masih bisa mensyukuri kenangan-kenangan kita.
Namun, jaman kini sudah banyak aplikasi yang dapat mengedit foto dan banyak disalahgunakan oleh orang yang tidak bertanggung jawab. Berbagai foto editan dengan gambar mencengangkan seolah mengguncang publik, dan bodonya publik pun hanya terpana percaya kepada foto itu.
Kini foto tak selamanya menjadi bukti yang baik untuk kita lihat. Tak selamanya foto menjadi bukti memori indah yang pernah terukir dalam hidup, melainkan penyalahgunaan foto justru menjadi tren yang beredar saat ini. Foto juga tidak perlu dijadikan kewajiban seperti kasus berikut.
Ada seorang pria bernama Danny dan ia melakukan memfoto dirinya sendiri hingga ia terlambat berangkat ke sekolah. Saat itu, ia memang merupakan orang yang suka memfoto dirinya sendiri walaupun ia seorang laki-laki. Saat itu, ia terobsesi menurunkan berat badannya untuk memperindah fotonya. Saat hasrat tak tercapai, ia pun berkeinginan mengakhiri hidup.
Kita tentu tau bahwa kebanyakan foto orang-orang seolah menunjukkan kebahagiaan, gaya hidup, atau hal lain yang melekat pada orang tadi. Namun, kita juga harus tau kapan kita bisa memiliki foto atau tidak, dan jangan melebih-lebihkan diri hanya untuk selembar foto karena foto tidak pernah menuntut kesempurnaan.
Mungkin cukup singkat ya artikel kali ini, terimakasih sudah membaca.
Wassalamu'alaikum wr wb.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar