Minggu, 16 November 2014

Penyakit Itu Bernama Patah Hati

     Assalamu'alaikum wr wb. Zina menjadi penyakit yang mewabah di kalangan remaja saat ini dan benar-benar sulit untuk membasminya. Tak hanya menjadi penyakit, zina saat ini menjadi budaya atau mungkin formalitas seorang remaja. Namun, layaknya pola pikir ini patut diberantas dan lebih memikirkan sisi negatif setelah kita berhenti melakukannya.

broken heart Dampak Negatif Dan Positif Patah Hati Pada Remaja 

     Tidak stabilnya emosi seseorang setelah patah hati. Mungkin situ pernah ngerasain, atau sahabatnya yang pernah merasakan bagaimana tak stabilnya emosi tadi. Emosi yang meluap-luap tadi juga berimbas kepada perilakunya sehari-hari, serta daya pandang, dan pola pikirnya yang cenderung memikirkan sesuatu yang negatif.

     Bagaimana dengan depresi? Ya, depresi juga menjadi bagian perasaan seseorang setelah hati mereka 'patah'. Depresi adalah perasaan dimana seseorang merasa tidak mampu melakukan sesuatu, tidak berguna, dan selalu menganggap usahanya sia-sia. Perlu mengasah kesabaran untuk mencegah hal ini terjadi.

     Kebanyakan orang yang patah hati sulit menerima kejadian yang dapat menyebabkan mereka patah hati. Mereka masih saja membayangkan kejadian itu lalu bisa saja membayangkan hal yang berbanding terbalik dengan kejadian itu. Hal ini juga berbahaya bagi kesehatan, yakni dapat menaikkan asam lambung.

     Otak ternyata juga terkena pengaruh seseorang yang patah hati. Bukan hanya otak besar yang memikirkan kejadian-kejadian, melainkan otak bagian secondary somatosentory kortex. Respon dari otak ini dapat menyebabkan otak tidak nyaman, badan menjadi pegal, dan tubuh menjadi letih. 

     Depresi menurunkan dampaknya kepada sistem imun tubuh. Banyaknya pikiran membuat seseorang mengalami insomnia dan akhirnya badan jadi tidak bugar. Regenerasi tubuh juga menjadi tidak optimal akibat kesulitan tidur tadi. Berhati-hatilah apabila penyakit mendatangi kalian.

     Depresi tak hanya sampai situ saja efeknya, karena dapat membuat rambut menjadi rontok. Otak terlalu banyak berfikir, dan lebih banyak mencegah daripada mengobati, hingga membuat kepala menjadi botak apabila kerontokan terus terjadi.

     Jika saja kita bisa lebih mendekatkan diri kepada agama, insya Allah kita bisa mencegah hal-hal diatas yang ternyata berdampak buruk terhadap berbagai sisi kehidupan. Semoga Allah selalu melindungi kita. Aamiin


     Wassalamu'alaikum wr wb.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar