
Di sebuah keluarga, terdiri dari sepasang pasutri dan seorang anak laki-laki. Ibunya tidak bekerja dan menjaga rumah selama sang suami bekerja dan sang anak menimba ilmu disekolah. Anak lelakinya itu pulang di siang hari mengingat ia masih kecil, sementara ayahnya selalu pulang larut malam, mungkin paling cepat sekitar jam 9 malam.
Sudah barang tentu sang ayah lelah ketika ia pulang malam seperti itu. Hari itu seperti menjadi hari yang tak biasa bagi sang ayah, mengingat sang anak biasanya sudah terlelap mendengkur ketika ia telah sampai di rumah, namun kali ini ia menunggu sang ayah hingga pulang. Ayahnya yang kaget pun menyuruh sang anak untuk tidur.
Laki-laki berusia 8 tahun itu pun memberontak. Anak yang biasa bangun ketika ayahnya sudah pergi itupun menanyakan upah kerja sang ayah. Ayahanda menjawab, ia digaji Rp. 400.000 per 10 jam bekerja/harinya. Sang anak menyimpulkan bahwa ayahnya digaji Rp. 40.000 per jam. Anak itu meminta pinjaman Rp. 10.000, namun sang ayah justru menyuruhnya tidur.
Anak itu menangis di kamarnya, namun apakah karena ayahnya tidak memberikan uang? Bukan. Anak itu memegang Rp. 30.000 dan sang ayah mengelus kepala anaknya seraya berkata: "kau boleh meminta lebih dari yang kau mau besok pagi, namun tidak malam-malam begini. Kamu mau beli mainan bukan?" Sang anak menghentikan tangisannya.
Anak itu berkata ia hanya hendak meminjam uang sang ayah dan mengembalikannya dengan uang jajan lagi. Ayahnya bingung dan mempertanyakan untuk apa. Anaknya pun berkata..
"Aku sudah menunggu ayah dari jam 8 malam, dan ketika ayah pulang, aku hanya ingin bermain ular tangga sekali saja hingga ada yang menang diantara kita. Mama bilang, waktu bersamamu adalah waktu yang sangat berharga bagi seorang anak. Tabunganku Rp. 30.000 dan aku butuh Rp.10.000 lagi untuk menyamai upah ayah dalam 1 jam.". Ayahnya terdiam.
Jagoan kecil itu langsung dirangkul sang ayah yang menangis karena perkataan anaknya. "Maafkan ayah nak, selama ini ayah bekerja terlalu keras hingga ayah lupa untuk siapa ayah bekerja.". Si anak membisu mendengarkan perkataan sang ayah. Semoga dengan ini ayah-ayah diseluruh dunia bisa bekerja lebih baik tanpa mengesampingkan untuk apa ia bekerja.

HAPPY FATHER'S DAY!
Wassalamu'alaikum wr wb.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar