Manusia itu lemah. Ya, apa daya kalau manusia itu biasanya cuma bisa berencana saja, sedangkan Allah SWT yang menentukan hasilnya.
"Allah hendak memberi keringanan kepadamu, dan manusia dijadikan bersifat lemah."
[ QS An-Nisaa / 4:28 ]
Lalai. Mungkin, ada sebagian orang yang dicap sebagai orang yang kuat ingatannya, atau sulit dalam melupakan sesuatu. Namun, Al-Quran dalam isinya di surat At-Takaatsur membuktikan bahwa manusia juga bisa lalai
"Bermegah-megahan telah melalaikan kamu."
[ QS At-Takaatsur / 102:1 ]
Manusia juga merupakan makhluk yang penakut nan mudah khawatir. Roda kehidupan selalu berputar, dari soal keuangan, pekerjaan, hingga keluarga. Namun, semua orang mempunyai sifat yang sama ketika mereka mengalami cobaan. Namun, jika kita sabar, kita takkan masuk didalamnya.
"Dan sungguh Kami berikan cobaan kepadamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan jiwa, harta, dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar."
[ QS Al-Baqarah / 2:155 ]
Bersedih hati pada kebanyakan manusia. Mungkin, tekanan hidup yang keras membuat mental seseorang jatuh dan tidak mau meluapkan emosinya secara berlebihan. Lantas, orang-orang lebih memilih merenung daripada meluapkan kebodohan saat ia sedang dalam amarah.
"Sesungguhnya orang-orang mukmin, orang-orang Yahudi, orang-orang Nasrani, dan orang-orang Shabiin, siapa saja diantara mereka yang benar-benar beriman kepada Allah, hari kemudian dan beramal shaleh, mereka akan menerima pahala dari Tuhan mereka, tidak ada kekhawatiran kepada mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati."
[ QS Al-Baqarah / 2:62 ]
Selanjutnya, tergesa-gesa kadang terbawa menjadi karakter manusia. Seseorang yang dilanda masalah dan harus menyelesaikannya dengan jepitan waktu acap kali tergesa-gesa saat menyelesaikannya. Bukannya menyelesaikan masalah, mereka justru menebar benih masalah baru dalam hidupnya.
"Dan manusia mendoa untuk kejahatan sebagaimana ia mendoa untuk kebaikan. Dan adalah manusia yang bersifat tergesa-gesa."
[ QS Al-Isra / 17:11 ]
Membantah, membantah. Sifat kebanyakan manusia menurut Al-Quran dan memang sesuai kenyataannya. Terkadang kita membantah perkataan teman yang mengingatkan kebaikan, nasihat guru dan kedua orang tua kita.
"Dia telah menciptakan manusia dari mani, tiba-tiba ia menjadi pembantah yang nyata."
[ QS An-Nahl / 16:4 ]
Suka berlebih-lebihan menjadi sifat manusia selanjutnya yang tercantum dalam Al-Quran. Terkadang memang orang-orang melebih-lebihkan berita dan cerita yang ada untuk menarik perhatian orang lain, walau tidak sesuai kenyataannya.
"Ketahuilah, sesungguhnya manusia benar-benar melampaui batas."
[ QS Al-Alaq / 96:6 ]
Manusia itu pelupa. Sebagaimana kebanyakan orang yang tidak hanya tidak bisa menjaga barang miliknya, manusia juga seolah lupa bahwa kehidupan dunia hanya sementara. Kita seolah berbuat apa yang kita mau walau sebenarnya melanggar etika lingkungan dan agama.
"Dan apabila manusia itu ditimpa kemudharatan, dia memohon (pertolongan) kepada Tuhannya dengan kembali kepadanya ; kemudian apabila Tuhan memberikan nikmatnya kepadanya, lupalah ia akan kemudharatan yang pernah ia berdoa (kepada Allah) untuk (menghilangkannya) sebelum itu, dan dia mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah untuk menyesatkan (manusia) dari jalannya. Katakanlah: 'bersenang-senanglah dengan kekafiranmu itu untuk sementara waktu, sesungguhnya kamu termasuk penghuni neraka.' ."
[ QS Az-Zumar / 39:8 ]
Suka mengeluh juga termasuk sifat manusia. Mungkin, ketika kita ditimpa cobaan, kita hanya mengeluh untuk menyalahkan orang lain, menyalahkan keadaan, atau yang lainnya tanpa kita sadari kemudharatan itu bisa jadi datang dari diri kita sendiri.
"Apabila ia ditimpa kesusahan, ia berkeluh kesah."
[ QS Al-Maarij / 70:20 ]
"Dan apabila Kami berikan kesenangan kepada manusia, niscaya berpalinglah dia dan membelakang dengan sikap yang sombong, dan apabila dia ditimpa kesusahan maka berputus asa."
[ QS Al-Isra / 17:83 ]
Mengkufuri nikmat dan berbuat kikir mungkin secara tidak kita sadari menjadi sifat dalam diri kita. Saat kita memiliki nikmat, kita seolah meminta lebih atas apa yang telah diberikan. Dan ketika punya nikmat, seolah kita berbuat kikir terhadap orang lain yang lebih membutuhkan.
".. Sesungguhnya manusia itu benar-benar pengingkar yang nyata (terhadap nikmat Allah SWT)."
[ QS Az-Zukhruf / 43:15 ]
Manusia itu bodoh dan dzalim.
"Sesungguhnya kami telah mengemukakan amanat kepada langit, bumi, dan gunung-gunung, maka semuanya enggan memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanah itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat dzalim dan bodoh."
[ QS Al-Ahzab / 33:72 ]
Suka mengikuti prasangka. Sedikit-sedikit, berfikiran baik atau buruk ketika belum kenal terhadap seseorang.
"Dan kebanyakan mereka tidak mengikuti kecuali persangkanya saja. Sesungguhnya persangkaan itu tidak sedikitpun berguna untuk mencapai kebenaran."
[ QS Yunus / 10:36 ]
Untuk mengantisipasi hal-hal diatas, cukuplah kita berpengang teguh kepada tali agama yang telah dibuat oleh Allah SWT. Lalu, tetaplah taat disaat situasi sulit dan senang melanda. Jaga keimanan kita juga agar tidak turun dan terus meningkat. Semoga Allah selalu membantu kita dalam berbuat kebaikan. Maha benar Allah dengan segala firmannya.
Wassalamu'alaikum wr wb.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar