Kamis, 06 November 2014

Pacaran Yang Islami?

     Assalamu'alaikum wr wb. Sangat banyak remaja yang kini telah melakukan zina baik yang levelnya rendah hingga tinggi. Banyak juga remaja yang masih memegang kuat prinsip agama, namun coba-coba dengan melanggarnya walau sedikit. Ya, pacaran islami. Sebenarnya, ada atau tidak pacaran islami itu?


     Yakali ada, tong. Mana ada sesuatu yang melanggar aturan yang islami? Islam tidak mengajarkan kita untuk menyimpangkan aturan, coy. Ya terus, berarti ada dong nyontek secara islami? Nah, ya sudah berarti jawabannya tidak ada. Coba kita ulas.

     Islam memang mengenal istilah ta'aruf yang kadang sering dibanding-bandingkan dengan pacaran. Katanya beda tipis, namun faktanya sebaliknya. Ta'aruf itu artinya berkenalan, sedangkan ya kalian sudah tahu kalau pacaran tak hanya sekedar berkenalan. Jadi, masihkah kalian menggunakan nama ta'aruf untuk niatan yang kotor?

     Kalian berpacaran dengan mengikuti cara ta'aruf? Maka kalian salah besar. Tujuan kalian untuk saling mengenal kelebihan dan kekurangan mempelai dengan cara memacarinya jelas salah. Apa harus berpacaran dengan orang yang ingin kalian kenal itu untuk mengetahui karakternya? Banyak cara lainnya, bukan?

     Oh, oke, mungkin situ terbawa budaya barat yang bisa berkenalan namun pacaran secara sehat. Namun kembali lagi, tidak ada pacaran secara sehat. Sekuat-kuatnya tekad ta'aruf kalian apabila diniati dengan pacaran, pasti kalian tetap saja melakukan zina.

     Lalu, kalian punya teman yang membantu kalian mendapatkan seorang pacar? Kalian mendapatkan dosa dua kali, sudah berpacaran, sudah pula kalian membuat seseorang membantu ke jalan yang salah. Untuk orang yang membantu, dosanya bagaikan melakukan perbuatan zina. So, masih mau bantu teman kalian untuk berpacaran? Teman yang baik selalu mengingatkan temannya dalam kebajikan, bukan?

     Situ aktivis organisasi islam yang berniat pacaran membuat istilah 'pacaran islami' dalam pergaulan kalian? Kalian tidak mau pacaran bak orang-orang awam yang teracuni zina itu dengan berpacaran dengan menggunakan bahasan tentang agama? Hmm..

     Situ pacaran mungkin tidak kalau situ ga kagum sama lawan jenis kalian? Sulit. Kalian pasti mencuri pandangan untuk melihat mukanya walau sekilas. Sebaik-baik apapun pacaran yang diembel-embeli islam, kalian tetap melakukan kesalahan bukan? Lihat saja niat kalian tadi. Bagai kalian ingin bersedekah kepada panti asuhan dengan cara menjadi copet. So simple to explain the darkside of pacaran islami, right?

     Jadi, dengan logika saja mungkin kalian sudah berfikir bahwa pacaran islami merupakan sesuatu yang salah dan harus diminimalisir kejadiannya. Jangan pernah gunakan embel-embel ta'aruf untuk berpacaran, ataupun alasan lainnya. Ikhwan yang baik adalah ikhwan yang berani melamar, bukan hanya 'nembak' akhwat dengan bertujuan main-main (pacaran).


     Wassalamu'alaikum wr wb.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar