Agama sudah barang tentu punya aturan sendiri menanggapi pakaian yang dianjurkan. Namun, apa boleh dikata, terkadang manusia menggunakan aturan untuk melanggarnya. Padahal dengan langkah itu, mereka mendekati kerugian, karena sesungguhnya agama tidak menginginkan seseorang mengalami sesuatu yang tidak diinginkan.
Aturan diciptakan untuk dilaksanakan dan mendapatkan kesejahteraan. Lantas, mengapa masih banyak orang yang melanggar aturan? Untuk apa pula seseorang melakukan hal yang menjebloskan diri mereka sendiri dalam kerugian.
Dalam islam, kita tidak boleh mengumbar aurat kita seenaknya dihadapan orang baik langsung maupun lewat media. Aurat harus ditutup, karena bagian-bagian yang harus ditutup merupakan salah satu bagian dari harga diri kita. Tidak sekedar ditutup, pakaian yang kita kenakan pun tidak boleh membentuk lekuk tubuh, dan tidak boleh transparan. Secara garis besar, kita seperti telanjang jika menggunakannya.
Laki-laki tidak punya aturan yang rumit seperti perempuan. Mereka hanya punya aurat dari pusar hingga lutut saja. Mereka hanya tidak boleh pakai perhiasan, tato, dan juga celana mereka tidak boleh melewati mata kaki. Jelas berbeda dengan para perempuan.
Untuk mereka para perempuan, mereka adalah salah satu hal yang dapat membuat laki-laki mendapatkan dosa. Untuk membuat laki-laki tidak memandang kalian dengan nafsu, kalian harus menutupi apa yang biasa para lawan jenis kalian lihat, khususnya kemaluan-kemaluan kalian. Kalian juga akan mendapat dosa karena menjadi akses orang lain mendapat dosa.
Tak ada seorangpun yang punya karakter sama. Tak semua orang tahan menutup aurat sesuai syar'i dengan berbagai alasan. Banyak wanita yang tak tahan dengan panasnya jilbab dan gamis panjang yang menutupi mereka, sehingga mereka menggunakan alternatif lain yang lebih dingin. Terkadang banyak dari mereka yang memang sengaja memancing lawan jenis mereka untuk melihat diri mereka.
Terpampang jelas mereka tidak mempedulikan harga diri mereka yang diinjak-injak tanpa mereka sadari, mereka hanya asal saja menggunakan pakaian yang menurut mereka nyaman digunakan. Mereka terkesan tidak menyanjung tinggi kehormatannya dan orang lain yang melihatnya.
Orang yang menaati aturan dan melanggar aturan memang akan mendapat konsekuensi yang berbeda. Wanita yang menutup auratnya dengan sempurna sesuai syar'i jelas mempunyai banyak manfaat. Mereka terhindar dari i'tikad jahat para manusia tak bertanggung jawab, jauh dari perzinaan, dan jauh dari rasa malu.
"Hai anak Adam, sesungguhnya kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutup auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian taqwa itulah yang paling baik."
[ QS : Al-A'raf 7:26 ]
Pakaian juga menjadi indikator penilaian seseorang. Apakah dia merupakan orang yang menyanjung tinggi kehormatannya, atau acuh dengan dirinya sendiri. Apakah dia orang yang sederhana, atau bermegah-megahan. Tak ada yang tahu, hanya Allah yang menilai. Ibarat buku, kita tentu harus melihat judulnya dulu, apakah baik atau tidak. Hal yang sama dengan pakaian seorang muslim.
Wassalamu'alaikum wr wb.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar