Manusia tercipta dari sel sperma seorang laki-laki yang mengalami fertilisasi dengan sel ovum seorang perempuan. Mereka menjadi nutfah setelahnya. Setelah terjadinya nutfah tersebut, terbentuklah berbagai organ dengan penentuan jenis kelamin sang janin.
Sesungguhnya kami telah menciptakan manusia dari setetes mani yang bercampur yang kami ( akan mengujinya dengan perintah dan larangan ), karena itu kami jadikan dia mendengar dan melihat.
[ Q.S Al-Insan 76:2 ]
Setelah janin itu melewati berbagai proses seperti menjadi Alaqah, Mudghah, Izam dan Lahm, dan Nasy'ah Khalqan Akhar, ditiupkanlah ruh oleh Allah SWT kepada janin tersebut setelah berada 40 hari sebagai nutfah. Dan setelah 9 bulan 10 hari, janin tersebut akan keluar melalui liang peranakan perempuan dengan sakitnya seorang perempuan menahannya. So, jagalah perasaan ibu kalian baik-baik.
Bayi tersebut tentu akan disambut ucapan selamat datang pada dunia oleh sang ayah, lalu bayi tersebut dibesarkan oleh kedua orangtuanya. Bayi akan belajar mengisap, menelan makanan, merentangkan tangan, dan memegang barang. Selanjutnya, mereka diajarkan tengkurap, duduk, berjalan, dan berbicara dengan asumsi waktu kurang lebih 2 tahun.
Ketika berakhir masa balita di usia 5 tahun, seorang anak akan masuk pada masa laten. Pada masa laten ini seorang anak ditanamkan kepribadian mental ditambah pertumbuhan fisik yang sudah mereka alami semenjak mereka masih sejumlah nuftah. Anak harus bisa menempatkan diri pada konteks lingkungannya untuk menghindari sifat rendah diri seorang anak.
Disini, mereka harus mendapatkan ilmu yang sesuai dengan apa yang harusnya mereka dapat. Apakah mungkin anak kelas 2 SD harus belajar stoikiometri, termokimia, atau dialektika? Tentu tidak. Mereka juga butuh penanganan dan pendekatan orang terdekat yang cukup untu menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
Dimasa laten ini tentulah seorang anak membutuhkan hiburan yang sesuai dengan apa yang harusnya mereka lihat. Ya, mereka tidak boleh mendapat hiburan yang tidak sesuai dengan usia mereka. Mereka tentu tidak boleh menonton film yang masuk ke kelompok 18+ kan? Mereka harus mendapat hiburan yang pas, mulai dari kartun hingga apa yang mereka mainkan di luar lingkungan sana.
Ketika kartun-kartun tersebut tidak dapat ditonton lagi dan mainan masa kecil tersebut sudah mulai tidak dimainkan lagi, anak sudah mulai dipandang sudah tidak peduli dengan lingkungan. Mereka hanya ingin hiburan yang menurut mereka bagus. Apalagi kemajuan jaman yang membuat mereka lebih mudah "move-on" dari masa kecil anak-anak di tahun 90an akhir dan awal abad 21.

Teknologi-teknologi tersebut memang membuat hidup manusia menjadi lebih mudah. Namun, teknologi kini menjadi alat yang dapat membunuh kedekatan seorang remaja dengan lingkungan. Dahulu, seorang anak menjemput temannya ke rumah temannya jika ingin bermain, namun kini mereka tinggal menggunakan social media di gadget mereka untuk bertemu di suatu tempat.
Sayang sekali, mereka tidak dapat bermain dengan lingkungan dan teman-teman mereka melalui permainan yang harusnya mereka dapat.
Remaja jaman sekarang lebih suka bermain di mall daripada membantu orang tua di rumah. Mereka lebih suka nonton film bersama daripada belajar bersama. Mereka lebih suka menghabiskan uang untuk membeli pakaian terkini daripada menghabiskannya di warung untuk membeli kapur untuk bermain engklek. Dan, mereka lebih suka menghabiskan waktu di kamar dengan gadget-gadget mereka ketimbang berbagi cerita dengan orang tua mereka di ruang keluarga.
Sayangnya lagi, jaman sudah semakin maju dan tidak bisa dirubah. Permainan dan kartun-kartun tersebut sudah tergantikan oleh otak-otak jenius manusia yang merancang gadget untuk menghancurkan masa kecil bahagia seorang anak. Semoga beberapa tahun kedepan kartun dan permainan langka itu dapat dimainkan lagi. Coba simak apa kata salah satu pakar fisika terkenal di dunia ini.
Wassalamu'alaikum wr wb
Tidak ada komentar:
Posting Komentar