
by: Lukman
Pertumbuhan dan perkembangan mengajarkanku banyak hal
Entah sebuah ekstakta atau fakta abad purba
Yang jelas ada ilmu cinta disana
Hal yang akan dirasakan semua makhluk bernyawa di dunia-Nya
Cinta bisa datang dari mana saja
Entah sekarang dia ada dimana
Atau sedang bersama siapa
Dan akan datang dari mana
Sampai pada suatu hari, aku jatuh cinta pada makhluk-Nya
Hal yang sebelumnya tidak pernah aku duga-duga
Detik, menit, jam, hari, minggu, dan bulan kucari sesuatu darinya
Hingga ada waktunya kami dipertemukan dalam sebuah sosial media
Tak terasa ternyata aku sudah mengejar cintanya berbulan-bulan
Sampai aku bisa mendapatkannya
Tapi kesenanganku saat itu ternyata awal bencana dari semuanya
Begitu banyak badai menerpa
Hubunganku yang diibaratkan merpati dengan kami sebagai sisi sayapnya
Perlahan-lahan merpati itu tidak kuat menerpa badai
Entah sayap ini, atau sayap satunya yang tak kuat
Yang jelas, jika satu sisi tidak kuat, tidak sempurnalah terbangnya
Sayap kami bergantian goyah, namun untungnya merpati ini masih hidup
Kadang kami terbang sempurna, kadang kami saling menguatkan karena kadang salah satu sisi yang rapuh
Malah sayap ini pernah berada untuk merpati lain
Namun untungnya kami bisa berada pada satu merpati yang sama kembali
Kami kembali menerpa badai yang sama, dan badai itu bernama waktu
Terlalu lama kami melawan waktu sampai badai itu selesai
Entah kami menyelesaikan badai tersebut pada merpati yang sama atau tidak
Tak cuma waktu, jarak dan rindu juga memisahkan kami
Tak ada lagi yang bisa kami lakukan untuk melawan mereka
Bahkan kami kembali menjadi aku dan dia
Aku dan dia dengan sisi kabupaten yang berbeda
Dengan doaku yang masih tetap sama meminta yang terbaik kepada-Nya
Sayangnya, kami ditakdirkan memanjatkan doa di dua tempat yang cukup jauh
Hal yang aku harapkan, kita terus bersama dalam naungannya
Entah apakah nanti kita masih bisa bersama atau tidak
Yang jelas ikhtiar ini akan coba terus kulanjutkan
Terbesit banyak pertanyaan dalam benakku
Apakah Sang Pencipta cemburu aku tak hanya mencintai-Nya?
Apakah kami tidak bisa berjodoh?
Ataukah aku salah mencinta dia dengan usaha yang aku bisa lakukan?
Apakah masa lalu tidak bisa menghapus masa-masa yang baru?
Lalu, mengapa seorang pendosa tidak pernah bisa bebas bertaubat melawan masa lalunya?
Atau sebetulnya karma diciptakan tidak bersama maaf?
Yang jelas satu, jaga hati kami, Yang Maha Esa. Permudah ketika memang itu yang terbaik, dan carikan yang terbaik ketika kami memang tidak baik untuk bersatu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar