Senin, 01 Desember 2014

Cerita Horor Itu Bernama Dendam

     Assalamu'alaikum wr wb. Alhamdulillah Desember masih bisa kita alami pada tahun ini. Ketika bulan berpindah, akhlakpun sepertinya harus ikut berhijrah. Memulai dari sebuah cerita menyeramkan bernama dendam, dan ulasan dalam paragraf dendam secara luas.


     Dendam adalah akibat marah yang dipelihara yang akan menghanguskan amal seseorang yang berdampak pada ketidaktenangan hidup. Ketika seseorang tersinggung dengan sesuatu yang menghinanya lalu ia mengeluarkan amarah lalu mendendam, ia menyimpan perasaan negatif yang dapat menimbulkan penyakit entah apa itu.

     Dendam bisa jadi suatu hal untuk membalas orang lain dan menjadikannya iri dan dengki. Jika seseorang ataupun dua orang atau lebih saling mendendam, masalah rasanya akan jauh dari rasa selesai. Ketika konflik yang senjang dari selesai itu menyebar, menjadi konflik terbuka yang melibatkan orang luar dan menjadikannya berkubu.

     Tak adalah pendendam yang mau merasa bersalah atas kelakuannya. Bak melawan kunci jawaban ujian, dia tetap nekad dengan argumennya walau sudah jelas salah. Sifat memaafkan bak menemukan ikan mas didalam kolam keruh, sulit ditemukan dalam suatu konflik.

     Konflik terbuka dapat menimbulkan efek yang berbahaya. Jika tidak cepat ditangani, sulit menelaah duduk permasalahannya karena sudah sangat sulit membedakan yang benar dan yang salah ketika dua orang tidak ada yang mau merasa bersalah.

     Islam mengharamkan dendam sekalipun kepada orang yang memiliki kepercayaan berbeda.

"Ketahuilah kemarahan itu apabila tetap meluap-luap karena memang tidak dapat melenyapkannya seketika, maka ia masuk kedalam hati dan terus bergejolak didalam hati, sehingga akhirnya menjadi dendam."
[ Al-Ghazali ]

     Allah SWT juga menyampaikan firmannya didalam surat Al-A'raf ayat 199

"Jadilah engkau pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang ma'ruf, serta berpalinglah daripada orang-orang yang bodoh."

     Dan Rasulullah S.A.W bersabda:

"Orang mukmin itu bukanlah pendendam. Allah tidak menghendaki umatnya sebagai pendendam, melainkan menghendaki hamba-hambaNya menjadi pemaaf."

     Kekecewaan dan kekesalan serta kebencian kita kepada seseorang hendaknya tidak perlu kita balaskan, baik disaat itu juga maupun dihari lain. Pendendam hanyalah orang lemah, dan orang yang sabar adalah orang yang kuat dan menganggap bahwa dendam hanya akan merugikan dirinya, dan mungkin orang lain.

     Ciri-ciri orang yang mendendam adalah:
  1. Benci terhadap orang yang tak ia sukai
  2. Jika orang yang tak ia sukai bahagia, ia sedih, dan begitupun sebaliknya
  3. Adanya keinginan berbuat jahat kepada orang itu
  4. Sering menghinanya dengan cara apapun
  5. Tempramental

     Namun, sulit mengingatkan hal-hal tadi bagi pendendam yang tidak mau berubah menyadari sifatnya, sekalipun telah dibawakannya hadist, perkataan mutiara, dan ayat Al-Qur'an sekalipun. Jika setan, nafsu, dan emosi sudah pintar menggiring bola dendam, rasanya dosa yang berlarut adalah gawang hasil usahanya.

     Lantas, bagaimana kita mencari penjaga gawang agar bola dendam itu tak menjadi sebuah gol?

  1. Belajarlah untuk tidak main hakim sendiri. Dengan tidak bermain hakim sendiri, kita cukuplah mendapat dosa saja hasil ketidakmampuan kita mengendalikan emosi. Jika kehilangan kontrol, efek buruk lain masih mungkin mendera seorang pendendam
  2. Pikirkan masa depan. Mario Teguh pernah berkata bahwa jangan pernah anda kehilangan seseorang selamanya hanya karena kemarahan sesaat. Jadi, untuk apa anda marah sebentar apabila membuat orang lain kesal dalam jangka waktu yang lama?
  3. Perkuat agama. Orang yang agamanya kurang kuat mungkin tidak akan tunduk kepada tetapan islam tentang dendam. So, ubahlah keberanian kalian terhadap islam menjadi kepatuhan kalian terhadap agama sendiri.
  4. Ubah pola pikir anda. Setidaknya, anda harusnya berfikir bahwa dendam hanya akan merasakan kepuasan fana ketika meluapkan emosi yang tak bermanfaat. Waspadalah, jangan pernah membenci seseorang hanya karena satu kesalahan.
     Lantas, masihkah kalian sebagai umat islam mendendam?


     Wassalamu'alaikum wr wb.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar