Relasi atau hubungan pertemanan dan persahabatan memang dihiasi banyak hal, dari senang hingga sedih. Sahabat adalah bahu sandar kita ketika kita sedih, dan menjadi pendengar segala masalah kita. Lalu, bagaimana caranya menjadi pendengar yang baik?
Seorang sahabat yang baik biasanya memiliki banyak waktu untuk melayani sahabatnya, sekalipun saat mereka tidak berada di satu tempat yang sama. Sahabat harus selalu ada saat dibutuhkan. Teknologi canggih sebenarnya bisa menjadi pembantu, walau bercerita disana tak senyaman melalui mulut.
Fokus pada cerita teman kalian, jangan mendengarkan ceritanya saat pikiran kalian ada di berbagai tempat.
Kalau situ sahabat yang baik, coba dengarkan dulu cerita teman kalian yang bermasalah sampai tuntas, dan jangan lupa hindari pertanyaan yang offensif kepada sahabat kalian. Bertanyalah sewajarnya, dan berkaitan dengan apa yang sedang dialami teman kalian. Mereka akan tambah bad mood apabila kalian menyahuti pembicaraannya terlalu cepat.
Tidak selalu harus memberi solusi. Seorang teman adalah orang yang berusaha membuat temannya yang lain menjadi lebih baik dengan sendirinya, bukan selalu membantunya dalam kondisi apapun. Namun, jika solusi memang dicari, mulai cobalah membantunya dengan memberi solusi yang masuk akal.
Jangan menyimpulkan sesuatu dari cerita yang diceritakan. Kita tidak pernah bisa menjamin kebenaran dari satu sumber saja. Tapi, cobalah memberi solusi yang berefek dalam jangka panjang sekalipun itu menyakitkan pada awalnya. Namun, kita punya itikad untuk membuatnya lebih baik dimasa depan.
Berhentilah membicarakan hal yang tidak penting. Biasanya seseorang meluapkan curahan perasaannya saat dia tidak sedang bercanda. Yang terpenting, jangan membandingkan masalahnya dengan masalah kalian, karena nanti justru kalian yang cerita dan masalah teman kalian semakin jauh dari solusi. Bukannya kita ingin teman kita lepas dari masalah?
Hindari tempramen yang muncul saat berbeda pendapat. Ketika kita berargumen tentunya pendapat kita tidak sama dengan teman kita, bukan? Namun, hindarilah hal-hal ini apalagi hal yang tidak penting demi kebaikan teman kita.
Jangan menguasai pembicaraan. Sebenarnya, yang curhat itu situ apa temennya? Haha. Cari hal yang sama diantara argumen kalian dan teman kalian, lalu jadikan sebuah acuan, sedang perbedaannya dicarikan jalan tengah yang dapat membantu acuan tadi. Intinya, jangan egois dalam berargumen dan bercakapan.
Pilih topik yang diinginkan teman kalian. Jangan bicarakan wanita saat teman kalian hendak membicarakan sepakbola. Berikan teman kalian kesempatan untuk bercerita, dan kita bisa memberi solusi atau pertanyaan relevan yang akan mendekati pangkal masalahnya.
Situ ga perlu melebih-lebihkan cerita teman situ dan solusi kalian pun tidak perlu dibesar-besarkan pula seolah masalah teman kalian memang besar. Gunakan ekspresi dan nada bicara yang sesuai dengan kondisi tersebut.
Mau. Itulah pangkal dari segala pangkal usaha kalian untuk menjadi seorang mediator yang baik. Dengan hati kalian yang selalu semangat mendengarkan dan menyelesaikan berbagai masalah yang dialami teman anda, kalian akan menjadi pendengar yang baik.
Sahabat bukan hanya orang yang selalu kita mintai tolong dan membantu kita disaat kita butuh bantuannya. Sahabat juga orang yang selalu kita bantu saat mereka membutuhkan kita. Hidup itu tidak selamanya enak, dan hidup itu butuh perjuangan. Berjuang tidak pernah sebercanda itu.
Wassalamu'alaikum
Tidak ada komentar:
Posting Komentar