Selasa, 23 September 2014, KPI melalui komisiernya, Agatha Lilly, menghimbau bahwa orang tua harus waspada jika anaknya menonton si kuning kotak bercelana coklat ini. Menurut Agatha, pada kartun ini terdapat berbagai kata yang kurang baik, balas dendam, dan hal-hal lainnya yang tidak baik ditiru oleh anak-anak. Akibat itu pun, KPI berencana menghentikan penayangan kartun yang berlokasi dibawah laut ini.
Lain halnya dengan KPI, lain halnya dengan masyarakat luas yang menginginkan kartun ini tetap tayang di dunia pertelevisian. Berbagai komentar di berbagai sosial media terus merebak, dengan hashtag #SaveSpongebob kritik tajam kepada KPI pun beredar. Berikut adalah salah satu pengguna akun twitter yang menyampaikan kritiknya terhadap dihapusnya Spongebob dari televisi

Memang, keputusan KPI patut ditanyakan, apalagi mereka tidak memikirkan sisi pendidikan yang bisa diambil dari kartun yang menayangkan episode pertamanya pada 1 Mei 1999 ini. Mungkin, sisi pembelajaran dari kartun ini memang lebih banyak daripada sisi negatifnya.
Pertama, Patrick (sahabat Spongebob) mengajarkan bahwa persahabatan lebih penting daripada pengetahuan. Saat itu, otak Patrick sempat tertukar menjadi pintar dan ia kesulitan bersahabat dengan Spongebob, hingga akhirnya otak Patrick kembali seperti semula. Spongebob menawarkan otak yang membuat si bintang laut menjadi pintar, namun Patrick berkata: "Aku lebih suka menjadi idiot daripada kehilanganmu".
Selanjutnya, pada episode dimana Spongebob menjadi kaya, dan sahabat-sahabatnya meninggalkannya, Spongebob memohon kepada Patrick untuk tidak meninggalkannya. Perkataan Patrick yang satu ini lagi-lagi memberi kita pembelajaran berharga: "Kalau uang bisa membuatku melupakan sahabat terbaikku, maka aku lebih baik tidak memiliki uang sama sekali".
Patrick lagi lagi memberi pelajaran berharga bagi para penikmat Spongebob Squarepants seluruh dunia. Saat ia dituduh mencuri jaring ubur-ubur canggih Spongebob, ia tidak marah, dan hanya berkata: "Tak apa kawan, aku mungkin hanya bintang laut yang jelek, ambil saja barangku. Tapi, aku tidak pernah mengambil barangmu kawan".
Mungkin, hanya sekian sesuatu yang ane tau dan bisa menjadi pelajaran di kehidupan kita dimasa mendatang. Kartun ini mengajarkan dedikasi kita terhadap apa yang telah kita tekuni, seperti Spongebob yang setia bekerja di Krusty Krab, walau Tuan Krab selalu berbuat licik kepadanya. Lalu, sifat pantang menyerah, seperti yang ia lakukan saat berjuang mendapat SIM dari Nyonya Puff.
Spongebob Squarepants, sebuah kartun fenomenal dari Nickelodeon, menayangkan episod pertamanya di Amerika Serikat pada 1 Mei 1999 oleh ahli biologi bernama Stephen Hillenburg. Kartun dengan animasi komedi ini dirilis oleh perusahaannya, United Plankton Pictures Inc. Pengambilan film ini letaknya berada di sekitar Samudera Pasifik di kota Bikini Bottom.
Kini, kritik menghujani KPI sebagai komisi yang dinilai layak untuk menilai kelayakan suatu program televisi. Mengapa KPI menggolongkan Tom And Jerry, Little Krishna, atau Spongebob sebagai kartun dengan status bahaya, sedangkan sinetron remaja yang beradegan dewasa justru lolos dari sensor lembaga perfilman ini. Kita akan menunggu langkah KPI selanjutnya, dan semoga mereka bisa berbuat bijak.
Wassalamu'alaikum wr wb.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar