Marah itu normal, efek emosi semataa. Marah timbul setelah timbulnya rasa penganiyayaan secara fisik ataupun emosi. Marah muncul bisa jadi karena fisik yang lelah ataupun mood yang buruk. Wah =v
Kita boleh menyebut marah itu normal, tapi kita ga boleh menyebut marah itu boleh dilakukan kapan saja dan agresinya ga perlu dikendalikan..
Intensitas kemarahan itu bergantung sama pengalaman pemicunya. Semakin terdesaknya perasaan atau fisik, kemarahan bisa muncul semakin menjadi.
Dampak dari kemarahan itu sendiri yaa berupa kerusakan perasaan terhadap orang lain ataupun terhadap properti. Kerusakan terhadap properti mungkin bisa diganti, tapi beda lagi soal perasaan. Sakit hati mungkin salah satu penyakit yang obatnya belum dan mungkin ga akan ada yang nemu.. Makannya hati-hati sama perasaan orang lain
Sebenci-bencinya kita sama orang lain, kita ga boleh melukai perasaannyaa.. Begitupun sebaliknyaa, sebenci-bencinya orang lain sama kita kita ga boleh benci orang lain. Rasulullah dulu pernah diludahi oleh orang kafir dan dia membalasnya dengan senyuman.. Waktu orang itu sakit, Rasulullah jadi orang pertama yang nengok dan jadiin dia muslim.. Contoh yang baik
Aku juga pernah baca hadits.. Kata hadits HR Tabrani itu Jangan marah, Bagimu surga.. Nah, itu kan jaminan kalo kita bisa nahan amarah, insya Allah kita masuk surgaa, aamiin :)
Tuh, jadinya gimanaa? Masih mau marah-marah lagi? Ga perlu dan ga guna kan.. Sekalian juga ngasih efek buruk malahh
Sekian, wassalamu'alaikum wr wb^_^
Tidak ada komentar:
Posting Komentar