
Introvert, si penyendiri. Kehidupan sosial yang terlalu kacau pasti mereka hindari. Introvert, si spesifik. Begitu kompleksnya kepribadian seorang introvert. Banyak diam, tapi bukan pemalu.
Introvert suka berfikir. Perang ideologi nyatanya lebih memberikan manfaat ketimbang perang dalam hal fisik. Ruang pikirnya sendiri sudah cukup abstrak dan mungkin hanya dia yang tahu isi otaknya. Mereka lebih suka mencari hal-hal yang penuh akan informasi ketimbang mencari hal-hal yang menurut mereka tidak jelas.
Dari situ, ada yang bisa kita simpulkan, yaitu, introvert jarang menanggapi hal atau pembicaraan yang tidak berbobot sama sekali bagi mereka. Jika mereka menemuinya, mereka mungkin hanya akan menanggapinya dengan singkat, padat, dan jelas. Itupun, hanya menjaga perasaan orang yang menurut mereka tidak berbobot pembicaraannya.
Hal itu juga membuktikan bahwa introvert mampu menjaga perasaan lawan bicaranya dengan baik. Mengapa demikian? Introvert tidak menyukai hal yang sia-sia. Sehingga, mereka lebih baik diam daripada mengucap hal-hal bodoh yang dapat membahayakan dirinya sendiri. Introvert percaya bahwa kualitas pembicaraan mencerminkan kualitas seseorang.
Soal perasaan, introvert memang terlihat seperti orang yang tidak mempunyai perasaan. Mungkin benar, mungkin juga tidak. Tapi yang jelas, introvert merupakan pendengar yang baik saat mereka dibutuhkan, dan terfokus pada lawan bicara yang juga fokus menceritakan sesuatu kepadanya. Namun, introvert juga tidak akan menanggapi masalah kalian ketika kalian tidak memintanya, hehe.
Statement yang satu ini mungkin sudah sangat bosan terdengar. Yaitu, introvert adalah orang yang antisosial dan tidak mau bergaul. Mereka hanya berhati-hati mau bergaul dengan siapa. Mereka terbiasa untuk mencari tahu karakter teman baru mereka dengan pelan, tak dengan spontan.
Tentang banyak orang, sebenarnya introvert juga memiliki bagian resesif dari pergaulan manusia. Kami para introvert lebih menyukai pergi dengan orang yang sedikit, namun kami bisa menunjukkan diri kami dengan baik daripada pergi dengan banyak orang, namun kami selalu merasa tidak berarti di hadapan kalian, publik. Kami cuma butuh intimasi kok.
Setelah kami mendapat intimasi yang menurut kami layak dan pantas, kami akan menjadi sahabat yang selalu ada untuk kalian. Kalian akan merasakan sendiri bersahabat dengan orang yang cukup selektif soal hubungan sosial. Dan kalian akan berfikir "beruntungnya aku dapat diandalkan oleh introvert".
Introvert handal membaca karakter orang di sekitarnya. Dari reaksi orang lain setelah kami, para introvert, melakukan sesuatu, atau dari penampilan kalian orang di sekitar kami.
Kami juga prosedural. Kami punya rencana yang sangat jelas ke depan, dan kami akan mencoba menepatinya sesuai prosedur yang kami buat sendiri. Kami bukan penyakit yang harus kalian sembuhkan. Kami cuma kepribadian, yang memang resesif, tapi kami akan berkembang seperti orang pada umumnya.
Kami memang lebih baik sendiri ketimbang melakukan hal-hal bodoh yang dapat merugikan diri sendiri, apalagi orang lain. Kami memang tidak ahli bersosialisasi, tapi, kami juga manusia pada umumnya yang masih punya perasaan. Kami tidak perlu disembuhkan, tapi kami perlu inisiasi dan kenyamanan dalam menciptakan dunia kami sendiri. Jangan pernah ganggu kami jika kami tidak pernah mengganggu kalian, para ekstrovert.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar