Senin, 23 Mei 2016

Si Orang Ketiga

     Mengapa mereka ada? Mengapa orang ketiga ada? Ini sebuah pertanyaan yang mungkin memiliki sangat banyak jawaban. Mengapa mereka begitu bodoh? Apa motivasi mereka? Bertanya-tanya lah kalian tentang mereka. Siapa sih mereka?



     Mengapa semudah itu mereka datang? Dari mana mereka datang? Bahkan, bagaimana cara mereka datang? Terfikirkah kalian bahwa mereka akan datang? Terus terngiang. Bodoh. Mereka memang telah datang, dan kita telah menjadi korban.

     Disitu kukira cuma aku, benar-benar cuma aku. Ternyata, ada orang bodoh memasuki dunia kita. Ternyata, orang keji itu begitu mudahnya kamu izinkan masuk. Padahal, begitu banyaknya kaum hawa di dunia ini. Dan masih banyak juga yang belum memiliki. Lantas, harus kamu?

     Orang itu menurutmu lebih baik dari aku? Lebih perhatian, lebih peduli, lebih kaya, lebih asyik, lebih segalanya? Mungkin. Lebih bodoh, baru jelas iya. Tidak pernah ada orang baik yang melakukan proses keji, temanku. Lebih baik, lebih memerhatikan, selalu ada, romantis? Fana. Dia cuma mau kamu, dia mau menyingkirkanku. Apakah kebahagiaan fana menyenangkanmu?

     Hai kamu, jangan pernah lagi dibodohi orang ketiga. Mereka bodoh, dan tidak seharusnya kamu dibodohi oleh mereka. Mengapa orang yang sudah lama bersamamu harus tersingkir oleh pendatang baru yang menawarkan sesuatu yang fana? Atau, memang keberadaan perasaanmu yang mungkin fana.

     Siapa mau disalahkan, siapa harus merugi, siapa yang dungu. Jawabannya mungkin adalah dia, aku, dan kamu. Bukan cerita kamu dan dia, bukan keburukanku dan sikap acuh tak acuhku. Mereka cuma rekayasa alasanmu inginku pergi. Alasannya, ya tetap dia. Si bodoh yang buta begitu banyaknya wanita di luar sana.

     Si bodoh yang memarahiku dan menganggapku selingkuh, padahal, harusnya aku yang bilang begitu. Aku tak pernah balas, tak mau meributkan hal bodoh. Salahnya, aku percaya kamu akan membelaku. Bunuh diri, sungguh. Aku menyerahkan keputusan padamu, dan ternyata kau malah mau aku angkat kaki.

     Ya, kulakukan, karena kemauanmu. Kulakukan, untukku sendiri juga. Wahai orang bodoh, ingat, tidak akan ada ketenangan hati dari proses yang melukai hati, dari proses yang haram terjadi. Jika otak dan perasaan kalian masih berfungsi, mohon berfikir lebih dari sekali, karena kami mengikhlaskan kalian ada juga dengan memikirkan matang-matang berkali-kali.

Hasil gambar untuk karma tumblr

Tidak ada komentar:

Posting Komentar