Senin, 13 April 2015

Rasa Cinta: Dari Otak atau Hati?

     Assalamu'alaikum wr wb.

     Blogger, gue baru baca sesuatu yang menarik di National Geographic dan Hipwee. Haha. Lagi-lagi soal cinta, tapi, ada sinkronisasinya dengan hal-hal berbau eksak. Datangnya cinta, ternyata cinta juga berhubungan dengan proses biologis, apa itu?


     Banyak dari sekumpulan manusia bilang kalau cinta itu datang dari hati. Mungkin, itu juga ada benarnya. Namun, beberapa penelitian membuktikan bahwa otak juga turut andil dalam terjadinya proses mencintai. Ya, jadi bisa disimpulkan otak dan hati terlibat dalam proses mencintai seseorang.

     Hipotalamus bereaksi. Hipotalamus adalah organ yang berfungsi untuk memastikan kestabilan psikologis. Saat kita tertarik pada seseorang, hipotalamus akan melepaskan dopamin ke dalam tubuh. Dopamin inilah yang membuat perasaan kita menjadi gembira atau senang.

Hasil gambar untuk hipotalamus

     Menurunnya kadar serotonin di dalam otak. Kadar serotonin bekerja berlawanan dengan dopamin. Serotonin bertanggung jawab atas suasana hati dan selera makan seseorang. Kadar serotonin yang turun menyebabkan gangguan obsesif kompulsif, yang berarti kita tengah tergila-gila pada seseorang.

Hasil gambar untuk kadar serotonin dalam otak

     Memicu NGF (Nerve Growth Factor). NGF adalah zat yang dihasilkan saat dopamin meningkat. Lalu, untuk apa NGF itu? NGF yang kita terjemahkan berarti faktor pertumbuhan saraf itu meningkatkan perasaan romantis, dan dapat menyebabkan kita lebih banyak memikirkan cara untuk menggoda si dia.


     Bekerjanya hormon ketertarikan (oksitosin pada wanita dan vasopressin pada laki-laki). Dua hormon ini bertujuan untuk mengontrol keterikatan suatu pasangan. Keduanya dihasilkan melalui hipotalamus juga. Hormon ini disimpan didalam suatu kelenjar lalu dikeluarkan kedalam tubuh saat seseorang tengah bergairah.


     Helen Fisher, seorang ilmuwan dari Rutgers University di New Jersey, Amerika Serikat juga mengatakan bahwa jatuh cinta itu bagai candu, itu akan merusakmu jika dijalani dengan buruk. Manusia bisa terbunuh dengan cinta. Lalu, bagaimana dengan patah hati?

"Jatuh cinta itu bagai candu, akan merusakmu jika cinta dijalani dengan buruk"
-Helen Fisher-

     Para ilmuwan juga telah meneliti otak-otak orang yang baru saja patah hati akan mengalami efek yang mirip dengan memutus kecanduan suatu narkoba. Iya, mereka akan merasa gila atau craving sehingga mereka mengalami kesedihan.

     Bagaimana dengan seseorang yang tidak setia? Orang yang tidak setia bisa jadi dipengaruhi oleh variasi genetis. Terutama pria, orang yang memiliki hormon ketertarikan (biasanya vasopressin) yang rendah akan mengalami banyak masalah dalam hubungannya. Lalu, cara mengatasinya menurut saintis seperti apa?

     Lakukan hal-hal yang dapat menstimulasi senyawa-senyawa kimia yang dapat memunculkan emosi yang diharapkan dengan melakukan sesuatu yang dapat menyenangkan si dia (seperti memberi kejutan, pelukan, dan sebagainya).

     Cinta tak sepenuhnya milik hati, tak sepenuhnya milik otak. Tapi cinta juga milik impuls syaraf yang Allah ciptakan untuk memberitahu kita, apasih rasa itu. 

     Mungkin sekian dulu yang mau gue share, ya jadi begitulah, lakukan hal-hal terbaik yang bisa mempererat cinta kalian dan lakukan semuanya di waktu yang tepat.

     Full contains: CBS News

Hasil gambar untuk love and heart touching quotesHasil gambar untuk love and heart touching quotes

     Wassalamu'alaikum wr wb.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar