Kadang, jatuh cinta dapat membuat kita senang. Kadang, berbagai rasa berkumpul jadi satu dan menjadi sesuatu yang sangat sulit dijelaskan, dan mungkin hanya kita yang tahu rasanya seperti apa. Lalu, apakah benar bahwa cinta dapat menyebabkan kebodohan? Menarik juga untuk diselidiki.
Pernah dengar istilah pada pandangan pertama? Jelas kita pernah mendengarnya, dan mungkin pernah mengalaminya ketika tingkat kepolosan masih tinggi. Terlintas saja ada orang yang mampu membuat kita terkesan saat pertama melihatnya, dan kita dengan mudahnya menganggap itu cinta.
Cinta pada pandangan pertama menurut gue hanyalah sekedar kebohongan semata. Mana ada cinta yang terjadi hanya sekali menatap? Tak semudah itu bilang cinta. Cinta butuh proses untuk mengenalinya lebih dalam dan disitulah kita bisa melihat kita itu cinta atau tidak dengan orang tersebut.
Cinta buta, jatuh cinta kepada siapa saja. Gue juga kurang percaya dengan istilah ini. Suka mungkin saja terjadi pada semua orang, namun, cinta tidak bisa diberikan kepada semua orang. Ada beberapa orang yang tidak perlu diberikan cinta yang tulus oleh kita.
Jangan menjadi bodoh karena buta akan cinta, tanpa memandang sifat orang yang kita anggap cinta kita tersebut. Jangan memberikan sembarang cinta untuk orang yang tidak ingin cinta dari kita, dan jangan melakukan pengorbanan bodoh untuk hal yang tidak merubah kita ke arah yang lebih baik.
Lalu, survey yang dilakukan oleh Leiden Uniiversity di Belanda menyampaikan bahwa orang yang sedang jatuh cinta tidak mampu berkonsentrasi dengan hal-hal lain, selain dengan sang pasangan idaman. Hal ini menyebabkan kita mudah kehilangan fokus dan hasil maksimal memungkinkan sulit untuk diraih.
Cinta dapat membutakan walau kadang sulit dipercaya. Hal itu dibuktikan dengan seseorang yang jatuh cinta kadang hanya menghayalkan sedang berdua dengan pasangan yang diinginkan sehingga melupakan berbagai pikiran yang lebih masuk akal untuk dipikirkan.
Penelitian yang dilakukan oleh Albert Einstein Collage of Medicine di Amerika Serikat membuktikan bahwa orang yang jatuh cinta bagai terkena zat adiktif yang menyebabkan kesenangan secara fana, namun sebenarnya hal itu tidak terjadi.
Satu penelitian dari prof. Robin Dunbar dari Oxford University mengatakan bahwa bagian-bagian rasional dari otak manusia tertutup saat ia sedang jatuh cinta. Ia membuktikan hasil penelitiannya itu dengan menunjuk 17 relawan dengan magnetic resonance imaging. Bagian rasional dari otak pun terpengaruh sindrom merah jambu dan akhirnya kemampuan kritis mereka terkumpul.
Waduh, ternyata ada beberapa penelitian yang juga mampu menguatkan teori beberapa orang saat ini bahwa cinta bisa membuat kita layaknya kehilangan otak. Namun, kita sebagai orang yang sudah mengetahui hal-hal tersebut harus mencegah hal itu terjadi. Jangan mudah mencintai, dan jangan mudah melepas orang yang mencintai kita.
Wassalamu'alaikum wr wb.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar