Cinta bak menjadi hal biasa dalam kehidupan masa kini. Banyak orang-orang yang bisa jatuh cinta dengan berbagai cara, baik sadar maupun tidak, baik dari kesan pertama ataupun pandangan pertama. Namun, islam juga punya beberapa pandangan mengenai cinta.
Mengacu pada suatu sumber, yaitu Hadist Rasulullah SAW, orang yang jatuh cinta cenderung mengingat dan menyebut orang yang dicintainya, ataupun diperbudak oleh cintanya. Rasulullah juga berucap, bahwa cinta sejati ada tiga, yaitu:
Lebih suka berbicara dengan yang dicintai daripada yang lain, lalu lebih suka berkumpul dengan yang dicintai daripada yang lain, dan lebih suka mengikuti kemauan orang yang dicintai daripada kemauan orang lain ataupun dirinya sendiri. Lalu, ada lagi cinta menurut Al-Quran, apa saja?
Cinta mawaddah, yaitu cinta yang selalu ingin berdua, mengeluarkan gairah, dan memuaskan dahaga bersama si orang yang dicintainya. Ia ingin membuat cinta tidak bisa membuat pikiran lain masuk ke dalam otaknya.
Cinta mail, yaitu rasa cinta yang fana. Misalkan, kita tengah jatuh cinta pada si A, lalu si B lebih menarik dan akhirnya kita berpindah hati pada si B dengan melupakan si A.
Cinta syahgaf, yaitu cinta yang memiliki rasa sangat dalam, mungkin tulus, dan sangat nyata. Mereka yang terjangkit tipe ini bisa saja berbuat gila dan melakukan sesuatu diluar logika manusia kebanyakan.
Cinta ra'fah, cinta yang dapat mengalahkan apapun sekalipun sebuah kebenaran. Contohnya bagaimana kita membiarkan para pezina melanjutkan pekerjaannya padahal masih banyak pekerjaan yang memperkenankan kita bekerja secara halal tanpa melukai diri kita.
Cinta shobwah, cinta buta yang dapat menyebabkan kepembelotan hingga kita tak bisa mengelak. Ya, andaikan saja seorang ikhwan yang lalu tergoda oleh akhwat yang sebut saja namanya Fulan, dan mereka melakukan apa yang tidak seharusnya mereka kerjakan.
Cinta kulfah, yang merupakan lawan dari cinta ra'fah. Cinta jenis ini mengharuskan kita memiliki rasa cinta untuk mendidik sekalipun sukar cara untuk ditempuh. Selalu ingat, Allah tidak pernah membebankan hambanya untuk mengerjakan sesuatu diluar kemampuannya.
Cinta rahmah, cinta yang insya Allah ingin kita semua raih. Cinta yang lebih menghargai orang lain lalu rela mengorbankan diri sendiri demi orang yang disayanginya. Cinta rahmah memungkinkan meningkatkan relasi dan kesetiaan antara dua pasangan. Namun, diwaktu yang pas tentunya.
Lalu, jika kita harus menggunakan cinta dengan benar pada waktunya, bagaimana jika menurut kita rasa ini muncul disaat kita masih dalam proses memperbaiki diri? Mungkin ada beberapa solusi, dan diantaranya melalui do'a.
Do'a yang tulus dengan niat yang baik tentunya membuat kita dapat sedikit tenang akan orang yang kita cinta tersebut. Tak terpengaruh rentang hubungan antara dua pihak, jika tetap bisa berkomunikasi melalui do'a, insya Allah jika digariskan maka mereka akan dipersempit jaraknya untuk bersama.
Do'a selalu punya cara tersendiri untuk sampai kepada orang yang ingin kita doakan. Cukup sebut nama orang yang ingin kamu doakan, Dengan mendoakannya, kamu bisa mempunyai cara sendiri untuk menyampaikan sesuatu kepadanya tanpa dia ketahui. Menyebut namanya juga mengharapkan kebaikan untuknya, baik dengan ataupun tanpa kita.
Do'a adalah bentuk kasih sayang tertulus yang bisa kita berikan kepada si dia. Sekalipun bertepuk sebelah tangan, jika kamu mampu tenang, kamu akan tetap mendoakan yang terbaik untuknya. Saat kita benar-benar cinta, kita takkan kesulitan mendoakannya untuk kebaikan di jalan Allah.
Mendoakan dalam diam dapat menjadi cinta paling dalam. Mengapa? Do'a dapat mengesampingkan perlakuannya kepadamu. Tanpa ia peka, kamu melupakan itu saat mengucap do'a untuknya. Dan pastinya, kita berharap kebaikan untuknya.
Sesempurnanya si dia menurutmu, ia pasti akan tetap menyakiti kita. Cinta tak tulus membuat kita mengutuk keadaan, sedangkan cinta tulus akan mengantar kita pada ucapan do'a yang ingin dia belajar dari kesalahannya. Ketulusan dapat menyebabkan kita lupa lubang apa saja yang dia buat dalam hati kita.
Andaikan, kedua calon pasutri mampu menjaga hubungannya, mereka juga akan mengandalkan do'a didalam prosesnya. Jika mereka dilanda masalah, kekuatan dari dalam dan do'a juga dapat mengembalikan kapal yang miring pada situasi normal.
Jika kita mengejar seseorang, kita tentunya tidak mungkin bisa langsung dekat dengannya lalu mengatur-ngaturnya seenaknya. Kesibukan juga menjadi kendala diantaranya. Namun, tak usah takut. Berdo'a akan membuat kita merasa lebih nyaman karena kita merasa Allah akan menjaga si dia.
[ Do'a Ali bin Abi Thalib saat jatuh cinta kepada Fatimah ]
Semoga kita dapat menjaga diri kita dari cinta yang tidak berada tepat pada waktunya. Masih banyak waktu untuk berbenah menjadi dan mendapat seseorang yang baik. Semoga tidak hanya do'a karena cinta yang diijabah di dunia ini, melainkan semua do'a yang terucap dari mulut anak manusia.
Wassalamu'alaikum wr wb.
.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar