Minggu, 15 Maret 2015

Definisi dan Cara Mengatasi Jatuh Cinta

     Assalamu'alaikum wr wb.

     Manusia selalu saja ingin melakukan dan mendapatkan sesuatu dengan sempurna. Namun, dalam perjalanannya menuju kesempurnaan, ada saja hambatannya. Banyak manusia yang tak ingin terlibat dalam zina, namun, kadang terceletuk "ya Allah, aku jatuh hati". Bagaimana dong?


     Sangat sedikit jumlah remaja yang mampu istiqamah dan menyelamatkan diri mereka dari jerat zina yang begitu menggoda. Dampak dari jatuh cinta bukanlah sembarang dampak, namun, kadang dapat membahayakan kita dalam berbagai aspek. Mulai dari dosa, putusnya silaturahmi, hingga masalah kesehatan. Lalu, bagaimana cara mengatasinya?

     Jatuh cinta tidak mustahil untuk diatasi dengan baik. Cobalah untuk ikhlas berhenti jatuh cinta kepada lawan jenis kita. Obat akan mudah dicerna apabila orang yang sakit itu mau menerimanya. Sama seperti kita saat jatuh cinta.

     Mulailah dari menahan pandangan. Rata-rata kejadian jatuh cinta diawali dari zina mata, walau ada beberapa kejadian yang tidak terjadi dari sana. Jika kita bisa menahan pandangan kita, insya Allah hati juga akan menahan keinginan dan syahwatnya.

     Mulai juga menjaga jarak dengan orang yang kalian sukai itu. Mulai usir bayangan-bayangan aneh yang terbesit dalam otak dan hati. Jika kita bertemu tiap hari, gunakan cara pertama untuk mengatasinya. Semua akan sulit pada awalnya, namun insya Allah, segalanya akan menjadi mudah.

     Sibukkan diri kita. Untuk remaja, apakah tugas-tugas sekolah, tekanan belajar, dan materi pembelajaran belum cukup banyak untuk melupakan si dia? Atau justru kalian malah melupakan hal-hal itu hanya untuk si dia yang belum tentu perlu kita fikirkan? Jika kita tahu yang mana yang perlu kita fikirkan, insya Allah kita bisa melupakan dirinya.

     Berfikir panjang. Maksudnya? Jika kita mencoba untuk mengarahkan diri kita kepada zina, lalu kita berhasil mendapatkannya, apakah hanya akan ada kesenangan semata? Tentu tidak. Bagimana jika hubungan itu kandas di tengah jalan? Kebanyakan remaja akan memutuskan tali silaturahmi sesama manusia dan akan menimbulkan dosa.

Hasil gambar untuk qs al kautsar ayat 3

"Sesungguhnya orang-orang yang membencimu akan terputus (dari rahmat Allah)"
[ QS Al-Kautsar / 108:3 ]

     Menjaga diri. Caranya? Meningkatkan kualitas dan harga diri. Orang-orang yang berderajat tinggi tak ada yang ingin direndahkan, berarti kita juga sebagai manusia berakhlak tinggi tidak mau dimasukkan kedalam golongan zina yang penuh kerendahan tentunya.

     Hati-hati sakit hati. Ya, ini mungkin jika kita sudah masuk ke dalam alam zina. Sebuah hubungan percintaan tidak akan jauh dari suatu pertengkaran dan memungkinkan kita untuk sakit hati lalu ditinggal oleh sang kekasih hanya karena alasan sepele. Hindari sebelum terjadi. Jangan mau dijamah oleh orang-orang yang belum halal untuk kita.

     Coba lihat mereka pelaku zina. Ada memang yang terlihat memamerkan pacarnya dengan bangga. Tapi, ada juga kan yang mengumbar pertengkaran juga kan didepan umum di sosial media? Apakah mereka tidak malu? Jelas mereka malu, kecuali bagi orang-orang dengan ilmu agama yang lemah.

     Beruntunglah kita tidak pernah melibatkan diri didalamnya, karena sesungguhnya pezina tidak akan pernah tenang apabila memikirkan azab Allah yang pedih. Dan, tetaplah ikuti prosedur agama yang ada agar kita tidak pernah rugi kedepannya.

     Sebagai orang yang mencoba mengikuti perkembangan zaman, ane coba melakukan survey terhadap beberapa orang yang cukup bisa diandalkan jawabannya di sosial media LINE. Ane menanyakan kepada beberapa teman satu kelas, organisasi, teman les, dan teman SMP, definisi dan bagaimana cara mengatasi jatuh cinta itu. Coba kita ulas beberapa diantaranya yang bersangkutpaut dengan agama.


-Rizqullah Taufanriansyah, XII-MIPA 6 SMAN 2 Bogor-


-Muhammad Naufal Afif, XII-MIPA 5 SMAN 2 Bogor-


-Nurnafisah, MA Negeri 2 Bogor-


-Muhammad Zia Alghar, XII-MIPA 6 SMAN 2 Bogor-

     Lalu, cukupkah cinta hanya membahas agama saja? Tentu saja tidak. Cinta itu hubungannya luas, bahkan bisa menghubungkan berbagai hal.


-Ardino Amien, XI-MIPA 6 SMAN 2 Bogor-


-Fellya Tiara Augustine, XII-MIPA 6 SMAN 2 Bogor-


-Muhammad Reza SN, XII-MIPA 4 SMAN 2 Bogor-


-Muhammad Idham Gaffar Sidqi, XI-MIPA 5 SMAN 2 Bogor-


-Daniel Dwicahya Pratama, XII-MIPA 2 SMAN 2 Bogor-


-Faris Pamungkas, XII-MIPA 6 SMAN 2 Bogor-


-Dinda Trya Permatasari, XII-MIPA 6 SMAN 2 Bogor-


-Farah Nur Afifah Israputri, XII-MIPA 6 SMAN 2 Bogor-


-Dhea Azka Aghnia, XII-MIPA 4 SMAN 2 Bogor-

     Definisi cinta memang akan memiliki jawaban yang berbeda jika kamu tanyakan kepada orang yang berbeda. Walaupun sebenarnya mereka mencoba menjuruskan pengertian mereka kepada hal yang sama, namun, akan tetap terlihat perbedaannya karena setiap orang merasakan sesuatu yang berbeda.

     Soal mengatasinya? Beberapa orang juga menggunakan cara yang berbeda menghadapi masalah mereka. Namun, tujuan utama mereka sama. Kebahagiaan. Kadang, jalan ke suatu kota memang banyak, tergantung memulainya dari mana. Namun, jika kita bertujuan di tujuan yang sama, insya Allah kita akan bertemu di tempat itu juga di waktu yang tepat.


-Samudra Alawy K, SMAN 1 Parung-

     Orang yang jatuh cinta juga sama. Mereka memulainya dari nol. Lalu, ada yang mencuri start, ada yang bahkan mundur dari start. Namun, mereka akan finish pada waktunya bagaimanapun caranya. Baiklah, masih ada beberapa screencapt tentang pendapat beberapa teman ane soal definisi dan cara mengatasi jatuh cinta.


-Alya Putri Ramadhayanty, XII-MIPA 5 SMAN 2 Bogor-


-Bramandhita Utama, XI-MIPA 6 SMAN 2 Bogor-


-Fakhri Ahnaf Dhia, XII-MIPA 6 SMAN 2 Bogor-


-Rahadian Kamandaru, SMAN 10 Bogor-


-Muhammad Ramdhan Hamidi, XI-MIPA 1 SMAN 2 Bogor-


-Izza Adhima Tama, XII-MIPA 1 SMAN 2 Bogor-

(Cinta bukan tentang berapa banyak kamu mengatakan "aku cinta kamu", tapi sejauh mana kamu dapat mempercayai bahwa cinta itu benar adanya.)


-Aulia Zahratun Nisa, XII-MIPA 1 SMAN 2 Bogor-


-Wisnu Pramadhitya Ramadhan, XII-MIPA 6 SMAN 2 Bogor-

     Cinta juga tak cukup mencakup relasi antara banyak hal dan juga logika. Jatuh cinta pun melibatkan perasaan. Cinta membuat seseorang menjadi subjektif untuk menjelaskan pengertian didalamnya, seperti yang terjadi dalam beberapa orang.


-Omar Abdul Aziz, XII-MIPA 6 SMAN 2 Bogor-


-Anavira Nuravita, XII-MIPA 6 SMAN 2 Bogor-


-Nurul Aulia Puspita, XII-MIPA 6 SMAN 2 Bogor-


-Mutiara Saraswati, SMAN 5 Bogor-


-Shafa Widad Zahrani, XII-MIPA 6 SMAN 2 Bogor-


-Arfathia Maulani Ma'mur, XI-MIPA 6 SMAN 2 Bogor


-I Made Khrisna Yoga Devandra, XII-MIPA 6 SMAN 2 Bogor-


-Gusni Muharam, XII-MIPA 6 SMAN 2 Bogor-

     Kadang ane sendiri merasa terhibur disaat ponsel ini sangatlah sepi dering sosial media, ane bisa membuat ponsel ini menjadi sedikit ramai dengan menanyakan pertanyaan yang sama ke beberapa orang. Walau ada yang tidak/belum menjawab, ane merasa puas dengan jawaban yang mereka berikan. Semoga mampu memperluas pikiran kita sebagai manusia. Terimakasih yang sudah mau berbagi sudut pandang soal hal yang begitu luas cakupannya ini.

     Semoga dengan berbagai hal yang kita tahu, mulai dari nasib orang yang merasakan zina, hingga orang-orang yang tidak pernah melakukan zina, kita bisa mengetahui hal apa yang kita lakukan dan mengetahui cara agar kita melakukan sesuatu tanpa paksaan dari manapun. Wallahua'lam bishawab.


     Wassalamu'alaikum wr wb.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar