Fokus. Kalau di kelas, ya perhatian harus full ke materi yang disampaikan oleh dosen didepan. Ada materi, dicatet. Ada latihan soal, ya coba dikerjain. Kalau di sekretariat organisasi, ya perhatianmu juga harus full pada pembahasan rapat pimpinan kamu, atau fokus pada bahasanmu kalau kamu pemimpin rapatnya. Kalau lagi refreshing/main/sejenisnya, ya mainlah dengan lega tanpa menyangkutpautkan akademikmu.
Ketika sibuk dengan berbagai hal, ingat-ingat lagi tanggungjawab utamamu selama berkuliah. Lagi-lagi, akademik; sesuatu yang menjadi amanah juga dari orangtua yang diberikan kepadamu. Kalau kata orang-orang, "sibuk gak masalah asal akademik tetep bagus". Lalu, dengan apa caranya agar akademis tetap bagus disela-sela kesibukan?
Coba rangkum setiap materi yang disampaikan dosen, dengan lengkap dan rapih kalau bisa. Kalau sudah lengkap, minimal bisa dibaca. Ketika sudah bisa dibaca, mulai gunakan pulpen dengan warna yang berbeda-beda agar semakin hafal materi atau tahapan pengerjaan soalnya. Jika sudah dirasa bisa merangkum dengan baik, kamu akan lebih mudah memahami suatu materi dan tahap pengerjaan soal ketika hendak me-review untuk ujian nantinya.
Tapi kan, tugas juga banyak, rapat sampe malem, lalalala lah. Coba arrange jadwal dari senin sampai minggu. Misalnya, selasa rabu kamis praktikum, buatlah laporan di hari senin, selasa, dan rabu. Minimal, ada satu hari dimana kamu merangkum dan satu hari untuk beristirahat atau jalan-jalan ke suatu tempat yang membuat pikiran menjadi santai, dengan dua hari sisanya untuk istirahat setelah melakukan kegiatan non-akademik.
Ketika sudah membuat rangkuman dan menulis ulang latihan soal dengan tulisan warna-warni dan sudah melakukan pengaturan jadwal apa-apa saja yang harus dilakukan setiap harinya, pastikan si catatan-catatan itu tidak hilang dan/atau berceceran. Kamu bisa menggunakan binder atau mungkin mencoba memisahkan binder materi-contoh soal dan binder latihan soal. Karena dengan catatan yang lengkap, kamu tidak perlu memahami materi yang ada terlalu keras, cukup buka catatan, kemudian hafalkan poin-poin penting yang sekiranya muncul di ujian disertai banyak-banyak berlatih soal.
Intinya, catatan yang baik (bisa dibaca, lengkap, berwarna-kalau bisa bergambar-), lalu memahami materi dengan baik melalui catatan yang baik pula. Mudah-mudahan, ilmu yang kamu tulis akan kamu mudah ingat sendiri ketika ujian nantinya. Dengan merangkum, kamu tidak perlu mengorbankan salah satu dari apapun itu (baik kesibukan akademik maupun nonakademik). Bismillah.
Dari
Mahasiswa yang sok bijak hehe

Tidak ada komentar:
Posting Komentar