Rabu, 24 Agustus 2016

Hai Kamu, Tunggu Aku Ya!

     Hai dunia, hai blog. Apa rasanya menggantungkan harapan pada sesuatu atau seseorang? Apa rasanya terombang ambing berada di grafik puncak dan lembah suatu hubungan? Apa rasanya melakukan sesuatu yang tidak tepat pada waktunya? Tiga pertanyaan yang akan dihubungkan pada suatu kata. Hubungan.

Hasil gambar untuk love tumblr photography

     Menurut wikipedia, hubungan adalah kesinambungan antara dua orang atau lebih yang memudahkan proses pengenalan satu dengan yang lain. Dalam hal ini, saya akan membahas jenis yang pertama, yakni kesinambungan antara dua orang. Hal ini lumrah disebut pacaran di negara kita. Banyak orang yang sedang mengalami masa yang katanya indah itu.
     
     Butuh lebih dari sekedar rasa untuk menjalinnya. Butuh mental, kepercayaan, dan segala macamnya, bahkan butuh alat komunikasi. Butuh juga kekuatan lebih bagi yang jaraknya jauh satu sama lain. Satunya kuliah di UGM, satunya di UNDIP; satunya di ITB, satunya masih SMA; satunya di UNPAD, satunya di ITS; bahkan satunya di IPB satunya di UI sekalipun yang cuma 47 km.

     Hubungan akan menguras pikiran kita jika kita tidak siap menghadapinya. Kalian harus cukup kebal menghadapi hal-hal seperti ini, kalo pacarmu anak teknik, maklumin kalo dia gapunya banyak waktu sama kamu. Kalo pacarmu anak FK, maklumin kalau dia bakal kerja keras buat kuliahnya dan lulusnya ga sebentar. Atau pacarmu anak FMIPA, kamu mungkin akan kalah penting dengan laporan praktikum yang harus mereka selesaikan sebelum deadline. Dan kalau salah satu atau berdua dari kalian masih di tahun pertama, kalian akan jarang berhubungan karena tugas ospek, apapun tingkatannya.

     Hubungan juga tidak akan muncul jika tidak ada harapan yang diberikan oleh suatu pihak, dan pihak lainnya peka atau salah menerjemahkan harapan tersebut. Kalau harapan itu berlebih, si "peka" bisa apa? Cuma bisa baper, tapi kalau disuruh berhenti berharap, gabisa apa apa, bisa nangis iya. Kalau udah ngelakuin apa-apa bareng terus dijauhin, masih mending juga. Kalau udah sama-sama cinta tapi gengsi, nah ini. Lebih nyes:(

     Cinta itu bukan ilmu pasti, bukan ilmu sosial juga secara absolut. Dua hal itu bergabung dan menjadi komplemen hubungan. Cinta memang bisa dikonsultasikan, namun, kalau konsultan itu bermasalah, mereka juga butuh konsultan lain. Sama seperti dokter ketika mereka sakit, mereka juga butuh dokter. Begitu dulu kata temanku yang kini sudah kuliah di PTN favorit di Indonesia.

     Bagaimana kalau kita sudah ngejar sejak lama, tapi kita selalu gagal? "kegagalan bukan 100% faktor alam, pasti ada faktor dari diri kamu sendiri. Waktu tidak berbanding lurus ataupun terbalik dengan cinta. Bisa saja kamu kalah dengan orang yang pdkt 1 minggu, tapi terlihat meyakinkan."

     Sudut pandang saya sebagai manusia berkromosom XY, saya merasa terkadang lelaki dirugikan dalam hubungan, dalam beberapa hal. Memang wanita yang hamil, memang wanita yang sakit, tapi wanita kan juga hamil berkat laki-laki. Dan laki-laki berkali-kali terlihat salah didepan wanita. Dan kalaupun laki-laki itu benar, mereka juga yang harus minta maaf dan meyakinkan lawan jenisnya agar melupakan kesalahan yang mereka perbuat.

     Kadang, lelaki juga serba tanggung. Nembak kalau ditolak gabisa berhubungan lagi, ga nembak? Dibabet orang lain, yang kita gatau siapa. Lelaki tidak bisa melakukan kesalahan sedikitpun berkata-kata, bertindak, dan melakukan kesalahan lainnya. Satu kesalahan bisa mentitrasi habis semua kebaikan yang kalian kerjakan dimata seorang wanita. Butuh buku setebal buku campbell untuk membuat materi tentang problematika wanita.

     Kadang, beberapa wanita menganggap semua lelaki sama saja, apalagi yang punya masa lalu tidak menyenangkan. Ya kita sebagai lelaki yang tidak pernah bertindak semena-mena, sok kuat, terlalu dominan, atau sebagainya, tidak terima menerima cap itu. Walau terlihat sepele, kadang itu alasan kami gagal mendapatkan orang yang kami kejar sejak lama.

     Bahkan, kadang jika kami bertindak baik, kami masih saja salah. Kami malah diperlakukan seenaknya, semacam digantungkan dalam hubungan, menjadi resesif dalam hubungan, dan akan selalu harus menebak wanita bete atau tidak, dan kalau bete itu disebabkan oleh apa. Tidak semua lelaki bisa membaca pikiran, tidak semua lelaki itu dukun.

     Itu jika belum berhubungan, bagaimana kalau sudah? Banyak masalah yang bisa terjadi dalam suatu hubungan. Kurang kabar, miskom, orang ketiga, kesibukan, kecurigaan, bahkan jarak. Ada beberapa hal yang memang terpaksa dihadapi, namun ada juga hal yang bisa dihindarkan. Menjadi posesif tidak pernah memperbaiki keadaan. Meminta prioritas atas kesibukan pasangan juga bukan hal yang baik. Toh, kami sibuk juga untuk membahagiakan kalian kelak, bukan?

     Jadi, jika kalian sudah merasa nyaman dengan yang ada saat ini, dan dia sudah sangat sabar, jangan pernah sakiti mereka. Karma itu ada, dan kalian belum tentu bisa mendapat yang lebih baik. Hargailah usaha kami para wanita, jangan judge kesalahan kami saja. Begitupun sebaliknya, para lelaki. Cinta itu berarti melepas, atau menyatakan di waktu yang tepat. Pacaran adalah cinta yang disalahartikan menjadi nafsu. Sesuatu di waktu yang tidak tepat memang tidak akan pernah baik, sekalipun kalian berniat baik. Hai orang yang saya cintai saat ini, jaga hati ya, jangan berubah. Tunggu saya siap kembali bersama kamu dengan segala kesiapan saya.

Hasil gambar untuk waiting for you tumblr

Tidak ada komentar:

Posting Komentar