Yap, mungkin, ada beberapa negara yang sedikit banyak mengecam kekerasan Mesir yang terjadi karena Operasi pembersihan oleh militer terhadap massa pendukung presiden yang telah dikudeta, Mohammad Morsi. Kejadian itu terletak di Rabaa al-Adawiya dan Al-Nahda square di ibukota Mesir, Kairo.
Hingga posting ini diturunkan juga, 2.000 orang lebih pendukung Morsi telah tewas, dan lebih dari 15.000 mengalami luka-luka dan cedera.
Banyak negara yang mengusulkan untuk menyelesaikan masalah ini dengan jalur dialog damai atau sebagainya, namun Mesir belum bertindak dan keributan masih berlanjut.
Indonesia, melalui menteri luar negerinya, Marty M Natalegawa, pada tanggal 15 Agustus, mengatakan bahwa Indonesia sangat prihatin terhadap perkembangan negri Piramid yang semakin memburuk.
Kepedulian Indonesia tidak hanya dinyatakan melalui pejabat tinggi di negara ini, tapi, melalui social media juga tidak kalah. Melalui akun twitternya, banyak yang mengungkapkan kepedulian dengan hashtag #stopmassacreinegypt


Hingga posting ini diturunkan juga, 2.000 orang lebih pendukung Morsi telah tewas, dan lebih dari 15.000 mengalami luka-luka dan cedera.
Banyak negara yang mengusulkan untuk menyelesaikan masalah ini dengan jalur dialog damai atau sebagainya, namun Mesir belum bertindak dan keributan masih berlanjut.
Indonesia, melalui menteri luar negerinya, Marty M Natalegawa, pada tanggal 15 Agustus, mengatakan bahwa Indonesia sangat prihatin terhadap perkembangan negri Piramid yang semakin memburuk.
Kepedulian Indonesia tidak hanya dinyatakan melalui pejabat tinggi di negara ini, tapi, melalui social media juga tidak kalah. Melalui akun twitternya, banyak yang mengungkapkan kepedulian dengan hashtag #stopmassacreinegypt
Mungkin, wajar saja jika Indonesia begitu peduli kepada Mesir. Ada satu alasan yang mungkin warga Indonesia tidak bisa melupakan Mesir
Mesir, bersama Palestina adalah dua negara pertama yang mengakui kemerdekaan Indonesia secara de Jure. Berdasar tweet akun social media Twitter @ikhwahgaul , Mesir pada 22 Maret 1946 melalui desakan Ikhwanul Muslimin melalui Syeikh Hasan Albanna mengakui kemerdekaan dan kedaulatan negara Republik Indonesia.
Melalui akun yang sama, sejak itu, Negara-negara timur tengah pun mulai mengikuti Mesir dan Palestina untuk mengakui kemerdekaan dan kedaulatan Indonesia secara de Jure.
Bahkan, saat daerah Nanggroe Aceh Darussalam terkena bencana Tsunami pada 26 Desember 2004, Ikhwanul Muslimin mengutus langsung Dr. Mohammad Morsi untuk turun langsung ke salah satu sisi paling barat Indonesia tersebut.
Mungkin sekian, karena saya kurang tau banyak tentang hal ini..
Sedikit mengutip di :
Twitter @ikhwahgaul
http://ramadan.detik.com/read/2013/08/15/161432/2330920/631/korban-terus-berjatuhan-kekerasan-militer-mesir-dikecam-dunia?992204cbr
Wassalamu'alaikum wr wb^_^
Mesir, bersama Palestina adalah dua negara pertama yang mengakui kemerdekaan Indonesia secara de Jure. Berdasar tweet akun social media Twitter @ikhwahgaul , Mesir pada 22 Maret 1946 melalui desakan Ikhwanul Muslimin melalui Syeikh Hasan Albanna mengakui kemerdekaan dan kedaulatan negara Republik Indonesia.
Melalui akun yang sama, sejak itu, Negara-negara timur tengah pun mulai mengikuti Mesir dan Palestina untuk mengakui kemerdekaan dan kedaulatan Indonesia secara de Jure.
Bahkan, saat daerah Nanggroe Aceh Darussalam terkena bencana Tsunami pada 26 Desember 2004, Ikhwanul Muslimin mengutus langsung Dr. Mohammad Morsi untuk turun langsung ke salah satu sisi paling barat Indonesia tersebut.
Mungkin sekian, karena saya kurang tau banyak tentang hal ini..
Sedikit mengutip di :
Twitter @ikhwahgaul
http://ramadan.detik.com/read/2013/08/15/161432/2330920/631/korban-terus-berjatuhan-kekerasan-militer-mesir-dikecam-dunia?992204cbr
Wassalamu'alaikum wr wb^_^
Tidak ada komentar:
Posting Komentar